{"id":312,"date":"2015-03-04T10:14:51","date_gmt":"2015-03-04T03:14:51","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.travelio.com\/?p=312"},"modified":"2024-08-13T16:44:10","modified_gmt":"2024-08-13T09:44:10","slug":"taman-nasional-di-jawa-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/destinasi\/taman-nasional-di-jawa-timur\/","title":{"rendered":"Mengenal Taman Nasional di Jawa Timur"},"content":{"rendered":"\n<p>Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Taman Nasional adalah&nbsp;kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini terdapat sekitar 50 Taman Nasional di Indonesia&nbsp;yang beberapa diantaranya telah menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO, seperti&nbsp;Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Lorentz di Papua Barat dan&nbsp;Taman Nasional Ujung Kulon di Banten. Meski tidak masuk ke dalam situs warisan dunia UNESCO, beberapa Taman Nasional di <a href=\"http:\/\/blog.travelio.com\/?s=surabaya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jawa Timur<\/a> sudah terkenal hingga ke mancanegara. Berikut di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) adalah Taman Nasional yang paling terkenal di Indonesia. Wilayah Taman Nasional ini terletak di dalam area Kabupaten&nbsp;Pasuruan, Kabupaten Malang,&nbsp;Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Probolinggo&nbsp;yang&nbsp;ditetapkan sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3 ha. Bagian paling unik dari Taman Nasional ini adalah adanya&nbsp;kaldera lautan pasir dengan luas&nbsp;\u00b16290 ha yang menjadi populer lewat film &#8220;Pasir Berbisik&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain kaldera lautan pasir tersebut, area yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan adalah Penanjakan 1 (<em>sunrise point<\/em>), kawah Bromo, Gunung Batok, &#8220;bukit teletubbies&#8221;, dan Danau Ranukumbolo. Akses termudah untuk menuju TNBTS adalah dari Kabupaten Probolinggo atau Malang.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><a href=\"http:\/\/blog.travelio.com\/destination\/taman-nasional-di-jawa-timur\/attachment\/sunrise-di-taman-nasional-bromo-tengger-semeru-jawa-timur-indonesia\/\" rel=\"attachment wp-att-314\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"http:\/\/blog.travelio.com\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Sunrise-di-Taman-Nasional-Bromo-Tengger-Semeru-Jawa-Timur-Indonesia-1024x768.jpg\" alt=\"Sunrise di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Indonesia\" class=\"wp-image-314\" srcset=\"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Sunrise-di-Taman-Nasional-Bromo-Tengger-Semeru-Jawa-Timur-Indonesia-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Sunrise-di-Taman-Nasional-Bromo-Tengger-Semeru-Jawa-Timur-Indonesia-150x113.jpg 150w, https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Sunrise-di-Taman-Nasional-Bromo-Tengger-Semeru-Jawa-Timur-Indonesia-512x384.jpg 512w, https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Sunrise-di-Taman-Nasional-Bromo-Tengger-Semeru-Jawa-Timur-Indonesia-320x240.jpg 320w, https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Sunrise-di-Taman-Nasional-Bromo-Tengger-Semeru-Jawa-Timur-Indonesia-435x326.jpg 435w, https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Sunrise-di-Taman-Nasional-Bromo-Tengger-Semeru-Jawa-Timur-Indonesia.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sunrise di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Taman Nasional Meru Betiri<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Taman Nasional Meru Betiri&nbsp;memiliki luas wilayah sekitar 58.000 ha dengan ketinggian 900 &#8211; 1.223 mdpl dan curah hujan rata-rata 2.300 mm\/tahun. Nama Taman Nasional ini diambil dari nama gunung tertinggi yang ada di kawasannya, Gunung Betiri (1.223m), dan sudah menjadi resmi&nbsp;ditunjuk sebagai taman nasional sejak&nbsp;tahun 1982. Secara administratif, Taman Nasional Meru Betiri berada dalam wilayah Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada dua akses \/ jalur utama untuk menuju ke Taman Nasional ini, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Banyuwangi &#8211; Jajag &#8211; Pesanggaran &#8211; Sungai Lembu &#8211; Sarongan &#8211; Kandangan &#8211; Pantai Rajegwesi (pintu gerbang taman nasional) &#8211; Sumbersuko &#8211; Sukamade. Sukamade adalah wilayah pantai yang terkenal sebagai tempat peneluran penyu.<\/li>\n\n\n\n<li>Jember &#8211; Ambulu &#8211; Tempurejo &#8211; Curahnongko &#8211; Andongrejo (lokasi gerbang taman nasional) &#8211; Bande Alit. Bandealit juga merupakan wilayah pantai, di mana berlokasi sebuah perkebunan kecil di tengah hutan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Taman Nasional&nbsp;Baluran<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Taman Nasional Baluran&nbsp;terletak di wilayah Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Nama Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu Gunung Baluran. Taman nasional ini terdiri dari tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Tipe vegetasi sabana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran yakni sekitar 40 persen dari total luas lahan. Karena didominasi oleh vegetasi sabana, Taman Nasional Baluran juga sering disebut dengan &#8220;Africa van Java&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Taman Nasional ini ramai dikunjungi saat musim kemarau karena mayoritas pengunjung ingin melihat kondisi saat semua vegetasi sabana tersebut mengering sehingga terlihat seperti di benua Afrika. Rusa, banteng, dan binatang yang berkeliaran di padang sabana pun membuat &#8220;kesan Afrika&#8221;\u00a0menjadi semakin dramatis. Selain sabana, area lain yang juga ramai dikunjungi oleh wisatawan adalah Pantai Bama, terutama untuk melihat matahari terbit dan <em>snorkeling<\/em>.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><a href=\"http:\/\/blog.travelio.com\/destination\/taman-nasional-di-jawa-timur\/attachment\/taman-nasional-baluran-situbondo-jawa-timur-indonesia\/\" rel=\"attachment wp-att-315\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"630\" height=\"395\" src=\"http:\/\/blog.travelio.com\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Taman-Nasional-Baluran-Situbondo-Jawa-Timur-Indonesia.jpg\" alt=\"Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Indonesia\" class=\"wp-image-315\" srcset=\"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Taman-Nasional-Baluran-Situbondo-Jawa-Timur-Indonesia.jpg 630w, https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Taman-Nasional-Baluran-Situbondo-Jawa-Timur-Indonesia-150x94.jpg 150w, https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Taman-Nasional-Baluran-Situbondo-Jawa-Timur-Indonesia-512x321.jpg 512w, https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Taman-Nasional-Baluran-Situbondo-Jawa-Timur-Indonesia-435x273.jpg 435w\" sizes=\"auto, (max-width: 630px) 100vw, 630px\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-element-caption\">Taman Nasional Baluran<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Taman Nasional&nbsp;Alas Purwo<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Taman Nasional Alas Purwo terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan&nbsp;Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Secara geografis terletak di ujung timur Pulau Jawa wilayah pantai selatan.&nbsp;Taman Nasional Alas Purwo merupakan hutan tropis alami dan termasuk yang tertua di Pulau Jawa. Taman nasional ini merupakan hutan hujan paling alami di Indonesia, bahkan mungkin di Asia.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tempat ini, sobat Lio\u00a0dapat memuaskan kegemaran berpetualang menembus hutan, mengamati satwa di Sadengan atau berkunjung ke gua-gua yang sejak zaman dahulu sudah sering dijadikan tempat bersemedi, seperti\u00a0Gua Istana, Gua Putri, Gua Padepokan, dan Gua Macan. Selain gua meditasi, ada juga Situs Kawitan dan pura Hindu yang juga berumur tua yang bernama Pura Luhur Giri Salaka dan masih banyak dikunjungi pemeluk Hindu pada hari suci Pager Wesi setiap 210 hari.<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\">Nah, sobat Lio sudah siap untuk menjelajah <a href=\"http:\/\/blog.travelio.com\/destinasi\/wisata-gratis-di-palembang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Taman Nasional di Jawa Timur<\/a>? Jangan lupa, untuk lebih menghemat biaya liburannya, pastikan kalian sewa apartemen di <a href=\"http:\/\/www.travelio.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">www.travelio.com<\/a> ya.<\/h1>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Taman Nasional adalah&nbsp;kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Saat ini terdapat sekitar 50 Taman Nasional di Indonesia&nbsp;yang beberapa diantaranya telah menjadi Situs Warisan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":313,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[25,68,57,56],"class_list":["post-312","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-destinasi","tag-jawa-timur","tag-taman-nasional","tag-wisata-alam","tag-wisata-bahari"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/312","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=312"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/312\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16115,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/312\/revisions\/16115"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/313"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=312"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=312"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=312"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}