{"id":192,"date":"2015-02-14T11:05:38","date_gmt":"2015-02-14T04:05:38","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.travelio.com\/?p=192"},"modified":"2015-04-08T11:49:48","modified_gmt":"2015-04-08T04:49:48","slug":"3-kota-di-indonesia-untuk-melihat-perayaan-imlek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/destinasi\/3-kota-di-indonesia-untuk-melihat-perayaan-imlek\/","title":{"rendered":"3 Kota di Indonesia Untuk Melihat Perayaan Imlek"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Perayaan Tahun Baru Cina, atau biasa disebut dengan Imlek, sudah menjadi tradisi sejak ratusan tahun yang lalu. Meski tidak semeriah baru-baru ini, sejak dulu perayaan Imlek selalu menyita perhatian banyak pihak, tidak hanya bagi etnis Tionghoa yang merayakannya, tetapi juga masyarakat lain, terutama pecinta wisata budaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain di Singkawang, Kalimantan Barat, yang konon merupakan tempat pesta perayaan Imlek terbesar se-Asia Tenggara, banyak kota lain di Indonesia yang perayaannya juga tak kalah menarik untuk sobat Lio kunjungi \/ lihat dan berikut adalah 3 kota di Indonesia untuk melihat perayaan Imlek versi <a href=\"http:\/\/www.travelio.com\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=3_kota_imlek\" target=\"_blank\">Travelio.com<\/a>.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Medan, Sumatera Utara<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, Medan hampir sama seperti Jakarta dan Surabaya, yaitu tempat bercampurnya penduduk dari segala etnis dan suku. Meski\u00a0mayoritas penduduk kota Medan sekarang ialah dari\u00a0Suku Jawa dan Batak Toba, tak sedikit pula\u00a0orang keturunan\u00a0India dan Tionghoa yang sudah lama menetap di ibukota Provinsi Sumatera Utara ini. Bahkan, Medan adalah salah satu kota di Indonesia yang memiliki populasi orang Tionghoa yang cukup banyak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat Imlek, orang Medan biasanya merayakannya dengan pergi ke vihara masing-masing, lalu berkumpul bersama keluarga dan bagi-bagi angpao kepada sanak famili. Selain menyaksikan ibadah di vihara, sobat Lio juga bisa\u00a0menyusuri sejarah Tiongkok di Desa Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, yang menyimpan banyak benda-benda peninggalan bersejarah\u00a0atau mengunjungi rumah Tjong A Fie, seorang tokoh termahsyur di Medan, yang terletak di Jalan Ahmad Yani (Kesawan).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau sobat Lio datang ke Medan dengan pesawat lalu naik Kereta Api Bandara Kualanamu, sempatkan juga mampir ke \u00a0Titi Gantung, jembatan tua bersejarah yang terletak tak jauh dari Stasiun Medan,\u00a0yang berlatar belakang vihara megah\u00a0nan cantik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">[otw_shortcode_button href=&#8221;http:\/\/www.travelio.com\/hotel\/medan\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=3_kota_imlek&#8221; size=&#8221;medium&#8221; icon_type=&#8221;general foundicon-cart&#8221; icon_position=&#8221;left&#8221; shape=&#8221;radius&#8221; color_class=&#8221;otw-black&#8221; target=&#8221;_blank&#8221;]Tawar Hotel di Medan[\/otw_shortcode_button]<\/p>\n<figure style=\"width: 745px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/blog.travelio.com\/destinasi\/3-kota-di-indonesia-untuk-melihat-perayaan-imlek\/attachment\/stasiun-medan-dan-titi-gantung-berlatar-belakang-vihara-medan-sumatera-utara-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"attachment wp-att-194\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-194 size-full\" src=\"http:\/\/blog.travelio.com\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Stasiun-Medan-dan-Titi-Gantung-Berlatar-Belakang-Vihara-Medan-Sumatera-Utara-Indonesia.jpg\" alt=\"Stasiun Medan dan Titi Gantung Berlatar Belakang Vihara, Medan, Sumatera Utara, Indonesia\" width=\"745\" height=\"419\" srcset=\"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Stasiun-Medan-dan-Titi-Gantung-Berlatar-Belakang-Vihara-Medan-Sumatera-Utara-Indonesia.jpg 745w, https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Stasiun-Medan-dan-Titi-Gantung-Berlatar-Belakang-Vihara-Medan-Sumatera-Utara-Indonesia-150x84.jpg 150w, https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Stasiun-Medan-dan-Titi-Gantung-Berlatar-Belakang-Vihara-Medan-Sumatera-Utara-Indonesia-512x288.jpg 512w, https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Stasiun-Medan-dan-Titi-Gantung-Berlatar-Belakang-Vihara-Medan-Sumatera-Utara-Indonesia-435x245.jpg 435w\" sizes=\"auto, (max-width: 745px) 100vw, 745px\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Stasiun Medan dan Titi Gantung, Medan | Foto: <a href=\"http:\/\/www.travellers.web.id\/\" target=\"_blank\">Pradikta Dwi Anthony<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Bogor,\u00a0Jawa Barat<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bogor bukan hanya kota hujan atau kota sejuta angkot. Bukan juga hanya terkenal dengan\u00a0<em>streetfood\u00a0<\/em>yang lezat atau wisata alam dan keluarga di area Puncak. Saat Imlek, di Klenteng Hok Tek Bio yang terletak di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, suasana akan sangat syahdu sekaligus meriah dengan berbagai macam pertunjukkan barongsai dan Liong dengan arak-arakan di sepanjang jalan. Uniknya, perayaan Imlek dan Cap Go Meh di sini tak hanya melibatkan warga sekitar tapi juga selalu ada perwakilan dari klenteng lain dari luar kota seperti Tangerang, Serang, Bandung, dan lain-lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut kabar, Klenteng Hok Tek Bio ini sendiri sudah berusia sekitar 3 abad dan merupakan klenteng tertua, sementara Jalan Suryakencana sudah lama dikenal sebagai pecinannya Bogor. Di sepanjang jalan ini sobat Lio\u00a0dapat melihat bangunan kuno ala China, perkampungan China totok, pertokoan, wisata kuliner <em>chineese food<\/em> hingga <em>street food<\/em> yang berpusat di Gang Aut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, sobat Lio juga bisa mengunjungi bangunan budaya atau bersejarah yang lain seperti\u00a0Rumah Letnan Lie Benghok,\u00a0Hotel Passar Baroe,\u00a0\u00a0Situs Pulo Geulis,\u00a0\u00a0Vihara Pan Kho,\u00a0\u00a0Asinan Ahaw,\u00a0Perguruan Silat PGB\u00a0Bangau Putih,\u00a0Klenteng Dharmakaya, dan lain-lain, yang letaknya tak jauh dari area Jalan Suryakencana ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">[otw_shortcode_button href=&#8221;http:\/\/www.travelio.com\/hotel\/bogor\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=3_kota_imlek&#8221; size=&#8221;medium&#8221; icon_type=&#8221;general foundicon-cart&#8221; icon_position=&#8221;left&#8221; shape=&#8221;radius&#8221; color_class=&#8221;otw-black&#8221; target=&#8221;_blank&#8221;]Tawar Hotel di Bogor[\/otw_shortcode_button]<\/p>\n<figure style=\"width: 725px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/blog.travelio.com\/destinasi\/3-kota-di-indonesia-untuk-melihat-perayaan-imlek\/attachment\/perayaan-cap-go-meh-vihara-dhanagun-bogor-jawa-barat-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"attachment wp-att-195\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-195 size-full\" src=\"http:\/\/blog.travelio.com\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Perayaan-Cap-Go-Meh-Vihara-Dhanagun-Bogor-Jawa-Barat-Indonesia.jpg\" alt=\"Perayaan Cap Go Meh, Vihara Dhanagun, Bogor, Jawa Barat, Indonesia\" width=\"725\" height=\"544\" srcset=\"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Perayaan-Cap-Go-Meh-Vihara-Dhanagun-Bogor-Jawa-Barat-Indonesia.jpg 725w, https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Perayaan-Cap-Go-Meh-Vihara-Dhanagun-Bogor-Jawa-Barat-Indonesia-150x113.jpg 150w, https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Perayaan-Cap-Go-Meh-Vihara-Dhanagun-Bogor-Jawa-Barat-Indonesia-512x384.jpg 512w, https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Perayaan-Cap-Go-Meh-Vihara-Dhanagun-Bogor-Jawa-Barat-Indonesia-320x240.jpg 320w, https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/Perayaan-Cap-Go-Meh-Vihara-Dhanagun-Bogor-Jawa-Barat-Indonesia-435x326.jpg 435w\" sizes=\"auto, (max-width: 725px) 100vw, 725px\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Perayaan Cap Go Meh, Klenteng Hok Tek Bio, Bogor | Foto: <a href=\"http:\/\/www.travellers.web.id\/\" target=\"_blank\">Pradikta Dwi Anthony<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><strong>3.\u00a0Surabaya, Jawa Timur<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya tak jauh berbeda dengan Jakarta, termasuk kawasan pecinannya. Seperti wilayah Glodok atau Kota di Jakarta, kawasan Pecinan Surabaya terletak di wilayah kota tua, yaitu \u00a0di area Kembang Jepun. Di tempat ini sobat Lio bisa menemukan banyak bangunan eksotik masa lampau yang\u00a0 meski beberapa gedung tampak tidak terurus, namun aura masa lalu kaum Tionghoa di Surabaya\u00a0tetap terasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk melihat perayaan Imlek di Surabaya, sobat Lio bisa ke\u00a0Klenteng Hok An Kiong,\u00a0klenteng tertua di Surabaya yang dibangun pada tahun 1830.\u00a0Klenteng ini awalnya adalah tempat persinggahan bagi pendatang dari Tiongkok di Surabaya. Menurut sejarah, mereka datang dengan membawa serta patung Makcho, dewi pelindung para pelaut dan nelayan untuk disembahyangi di lokasi persinggahan.\u00a0Keunikan klenteng Hok An Kiong ini adalah bangunannya sama sekali tidak menggunakan paku dari logam, tetapi menggunakan\u00a0potongan bambu yang diruncingkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak jauh dari kawasan Pecinan ini, berdiri sebuah\u00a0masjid unik yang arsitekturnya sangat\u00a0berbeda dengan masjid pada umumnya yang berbentuk kubah. Masjid yang bernama Masjid Muhammad Cheng Hoo ini justru berarsitektur China, bahkan mirip dengan klenteng.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">[otw_shortcode_button href=&#8221;http:\/\/www.travelio.com\/hotel\/surabaya\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=3_kota_imlek&#8221; size=&#8221;medium&#8221; icon_type=&#8221;general foundicon-cart&#8221; icon_position=&#8221;left&#8221; shape=&#8221;radius&#8221; color_class=&#8221;otw-black&#8221; target=&#8221;_blank&#8221;]Tawar Hotel di Surabaya[\/otw_shortcode_button]<\/p>\n<figure style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/stat.ks.kidsklik.com\/statics\/files\/2013\/02\/13604995741473334111.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"\" src=\"http:\/\/stat.ks.kidsklik.com\/statics\/files\/2013\/02\/13604995741473334111.jpg\" alt=\"Masjid Muhammad Cheng Hoo, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia\" width=\"1280\" height=\"711\" \/><\/a><figcaption class=\"wp-caption-text\">Masjid Muhammad Cheng Hoo, Surabaya | Photo: <a href=\"http:\/\/wisata.kompasiana.com\/jalan-jalan\/2013\/02\/10\/imlek-damai-di-surabaya-532423.html\" target=\"_blank\">Junanto Herdiawan<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, dari 3\u00a0(alternatif) kota di Indonesia untuk melihat perayaan Imlek versi Travelio.com tersebut, yang mana yang akan sobat Lio kunjungi saat Imlek nanti? Jangan lupa, untuk lebih menghemat biaya <em>traveling<\/em>\u00a0kalian, pesanlah hotel di <a href=\"http:\/\/www.travelio.com\/\" target=\"_blank\">www.travelio.com<\/a>, karena\u00a0<strong>hanya<\/strong> di <a href=\"http:\/\/travelio.com\/\" target=\"_blank\">travelio.com<\/a> kalian bisa\u00a0<strong>menentukan sendiri harga kamar<\/strong> yang mau kalian pesan! Asyik, kan?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perayaan Tahun Baru Cina, atau biasa disebut dengan Imlek, sudah menjadi tradisi sejak ratusan tahun yang lalu. Meski tidak semeriah baru-baru ini, sejak dulu perayaan Imlek selalu menyita perhatian banyak pihak, tidak hanya bagi etnis Tionghoa yang merayakannya, tetapi juga masyarakat lain, terutama pecinta wisata budaya. Selain di Singkawang, Kalimantan Barat, yang konon merupakan tempat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":193,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[49,51,35,25,47,52,48,50,58],"class_list":["post-192","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-destinasi","tag-bogor","tag-imlek","tag-jawa-barat","tag-jawa-timur","tag-medan","tag-pecinan","tag-sumatera-utara","tag-surabaya","tag-wisata-budaya"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=192"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":592,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/192\/revisions\/592"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/193"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=192"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=192"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=192"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}