{"id":11139,"date":"2022-04-01T15:00:26","date_gmt":"2022-04-01T08:00:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/?p=11139"},"modified":"2022-04-01T15:00:28","modified_gmt":"2022-04-01T08:00:28","slug":"5-cara-mengatasi-asam-lambung-saat-berpuasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/tips\/5-cara-mengatasi-asam-lambung-saat-berpuasa\/","title":{"rendered":"5 Cara Mengatasi Asam Lambung Saat Berpuasa"},"content":{"rendered":"\n<p>Asam lambung atau <em>Gastroesophageal Reflux Disease<\/em> (GERD) merupakan penyakit di mana asam yang ada pada lambung naik ke kerongkongan, dan akan memicu rasa tidak nyaman di bagian dada seperti terbakar hingga mual dan mulas. Salah satu penyebab asam lambung ini dapat dari gaya hidup seseorang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Penyakit GERD terbilang cukup kronis, sehingga sebagian besar penderitanya dianjurkan untuk tidak terlalu lama membiarkan perutnya dalam keadaan kosong. Karena akan terjadinya perubahan keseimbangan kadar asam pada perut, yang mana pada akhirnya akan memicu asam lambung naik.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas banyak pertanyaan yang akan muncul, apakah seorang penderita GERD diperbolehkan untuk ikut menjalankan ibadah puasa saat bulan Ramadan ? Dilansir dari <em>The Business Standard<\/em>, penderita asam lambung bisa dan boleh ikut berpuasa selama bulan Ramadan. Namun ada beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk meminimalisir sakit yang sewaktu-waktu dapat kambuh.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li><strong>Minum Air Hangat<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Mengkonsumsi air hangat sangat baik terutama bagi penderita asam lambung. Minumlah air hangat secara perlahan, dan yang terpenting setelah selesai makan. Dengan begini dapat membantu meredakan sakit atau tidak nyaman pada perut.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\"><li><strong>Wajib Makan Saat Sahur dan Buka Puasa<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Berpuasa sama halnya dengan tidak mengkonsumsi apapun selama kurang lebih 12-13 jam lamanya. Hal ini tentu akan sangat memicu kambuhnya asam pada lambung. Oleh sebab itu, penderita asam lambung diwajibkan mengisi perutnya saat sahur dan berbuka puasa. Jangan sampai terlewat apalagi tidak makan sama sekali.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\"><li><strong>Tidak Mengkonsumsi yang Memicu Asam Lambung<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Ada baiknya penderita menghindari beberapa makanan maupun minuman yang dapat memicu asam pada lambung naik. Makanan dan minuman yang perlu dihindari antara lain :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Makanan goreng-gorengan dan mengandung banyak lemak<\/li><li>Minuman mengandung kafein, seperti kebiasaan minum kopi, teh berlebih, coklat, soda, dan lain-lain<\/li><li>Makanan dengan kandungan garam yang tinggi<\/li><li>Makanan pedas dan yang mengandung asam berlebih, seperti nanas dan jeruk.<\/li><li>Roti dengan kandungan ragi yang tinggi<\/li><li>Air kelapa, susu, dan beberapa jenis jus buah<\/li><\/ul>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"4\"><li><strong>Makan dengan Porsi Kecil dan Perlahan<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Saat menjalankan ibadah puasa biasanya orang-orang akan terbawa hawa nafsu saat berbuka. Karena merasakan lapar yang berlebih, apa saja yang ada di depan matanya akan dilahap. Padahal hal tersebut sangat tidak baik bagi kesehatan, terutama penderita asam lambung.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab perut yang sudah dalam kondisi kosong selama 10 jam lebih, tidak bisa langsung mencerna semua makanan dengan baik dan benar. Oleh karena itu, lebih baik dengan memakan dan meminum secukupnya untuk sekadar mengisi perut terlebih dahulu. Baru selang beberapa jam kemudian, diisi kembali dengan makanan tapi tetap pada porsi yang cukup.<\/p>\n\n\n\n<p>Begitupun dengan sahur, meskipun akan menyiapkan diri untuk bertarung melawan rasa lapar seharian, tapi sebaiknya makan sesuai dengan porsinya. Berlebihan juga tidak akan baik bagi kesehatan siapapun. Selain itu juga makanlah dengan perlahan, agar setiap makanan yang dikonsumsi dapat tercerna dengan baik dan halus. Oh iya, jangan lupa juga untuk mengkonsumsi obat asam lambung saat sahur dan berbuka.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"5\"><li><strong>Tidak Langsung Tiduran<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Seperti yang kita ketahui, tiduran setelah makan sangat tidak baik bagi siapapun, tak hanya penderita GERD saja. Karena hal ini sangat tidak baik bagi kesehatan lambung seseorang. Terutama bagi penderita asam lambung, tekanan pada lambung akan meningkat dan menimbulkan asam, bahkan makanan serta minuman yang dikonsumsi dapat naik kembali ke kerongkongan. Dengan begitu dapat menyebabkan rasa mual dan sakit pada dada. Ada baiknya jika jarak setelah makan dengan tiduran sekitar 1-3 jam tergantung berapa banyak yang kita konsumsi. Agar lambung dapat mencernanya dengan baik terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<p>Ulasan di atas adalah tips yang perlu dilakukan bagi penderita GERD saat akan menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan ini. Jangan sampai penyakit ini mengganggu ibadah kalian ya. Tapi alangkah lebih baik jika melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada ahlinya atau dokter. Supaya mengetahui apakah asam lambung yang kalian alami masih dalam tingkatan yang aman untuk berpuasa atau tidak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan penyakit di mana asam yang ada pada lambung naik ke kerongkongan, dan akan memicu rasa tidak nyaman di bagian dada seperti terbakar hingga mual dan mulas. Salah satu penyebab asam lambung ini dapat dari gaya hidup seseorang.&nbsp; Penyakit GERD terbilang cukup kronis, sehingga sebagian besar penderitanya dianjurkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":11140,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-11139","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11139","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11139"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11139\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11143,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11139\/revisions\/11143"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11139"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11139"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.travelio.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11139"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}